Kamis, 03 Mei 2012


Analisa Sensitifitas AHP

Analisa sensitivitas dapat dipakai pula untuk memprediksi keadaan apabila terjadi perubahan yang cukup besar, misalnya terjadi perubahan bobot prioritas atau urutan prioritas dan kriteria karena adanya perubahan kebijaksanan sehingga muncul usulan pertanyaan bagaimana urutan prioritas alternatif yang baru dan tindakan apa yang perlu dilakukan. Dalam suatu hirarki tiga level, level dua dan hirarki tersebut dapat disebut sebagai variabel eksogen sedangkan level tiganya adalah variabel endogen. Analisa sensitivitas dan hirarki tersebut adalah melihat pengaruh dan perubahan pada variabel eksogen terhadap kondisi variabel endogen.




Apabila dikaitkan dengan suatu periode waktu maka dapat dikatakan bahwa analisa sensitivitas adalah unsur dinamis dari sebuah hirarki. Artinya penilaian yang dilakukan pertama kali dipertahankan untuk suatu jangka waktu tertentu dan adanya perubahan kebijaksanaan atau tindakan yang cukup dilakukan dengan analisa sensitivitas untuk melihat efek yang terjadi. Analisa sensitivitas ini juga akan menentukan stabil tidaknya sebuah hirarki. Makin besar deviasi atau perubahan prioritas yang terjadi maka makin tidak stabil hirarki tensebut. Meskipun begitu, suatu hirarki yang dibuat haruslah tetap mempunyai sensitivitas yang cukup, artinya kalau ada perubahan pada variabel eksogen, minimal ada perubahan bobot prioritas pada variabel endogen meskipun tidak terlalu besar.

Aksioma-Aksioma AHP

Aksioma adalah sesuatu yang tidak dapat dibantah kebenarannya atau yang pasti terjadi. Dalam ilmu ukur dikenal suatu aksioma bahwa diantara dua titikhanya dapat dilewati sebuah garis lurus. Atau dalam kehidupan sehari-hari, misalnya matahari terbit ditimur dan terbenam dibarat.

Ada empat buah aksioma yang harus diperhatikan para pemakai model AHP dan pelanggaran dari setiap aksioma berakibat tidak validnya model yang dipakai.Keempat aksioma tersebut adalah :

1.Aksioma 1

Reciprocal Comparison, artinya si pengambil keputusan harus bisamembuat perbandingan dan menyatakan preferensinya. Preferensinya itusendiri harus memenuhi syarat resiprokal yaitu kalau A lebih disukai dari Bdengan skala x, maka B lebih disukai dari A dengan skala 1/x.

2.Aksioma 2

Homogenity, artinya preferensi seseorang harus dapat dinyatakan dalam skala terbatas atau dengan kata lain elemen-elemennya dapat dibandingkan satu sama lain. Kalau aksioma ini tidak dapat dipenuhi maka elemen-elemen yang dibandingkan tersebut tidak homogenous dan harus dibentuk suatu’cluster’ (kelompok elemen-elemen) yang baru.

3.Aksioma 3

Independence, artinya preferensi dinyatakan dengan mengasumsikanbahwa kriteria tidak dipengaruhi oleh alternatif-alternatif yang ada melainkan oleh objektif secara keseluruhan. Ini menunjukkan bahwa pola ketergantunganatau pengaruh dalam model AHP adalah searah keatas, Artinya perbandinganantara elemen-elemen dalam satu level dipengaruhi atau tergantung olehelemen-elemen dalam level di atasnya.

4.Aksioma 4

Expectations, artinya untuk tujuan pengambilan keputusan, strukturhirarki diasumsikan lengkap. Apabila asumsi ini tidak dipenuhi maka sipengambil keputusan tidak memakai seluruh kriteria dan atau objektif yangtersedia atau diperlukan sehingga keputusan yang diambil dianggap tidaklengkap.

Kembali pada pokok masalah AHP dalam HoQ, bagaimanapun, peringkat hubungan ini adalah kritis, jadi, nampaknya lebih berarti harus ditunjukkan perbedaan antara Kpr dalam kontribusinya pada kepuasan pelanggan dalam besarannya dibandingkan hanya dalam pentingnya skala ordinal.

Peringkat kepentingan mutlak dari Kpr diturunkan dari peringkat hubungan dengan angka-angka kardinal dapat digunakan dalam analisa lebih lanjut yang memerlukan besaran dari tiap kepentingan Kpr dalam memuaskan Kpl (contoh, pemilihan KPr yang tepat untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan dengan satu anggaran terbatas).

Walaupuan QFD konvensional, mengandung informasi tentang korelasi diantara Kpr dalam matrix berbentuk segitiga pada puncak HoQ, korelasi tidak digunakan dalam menghitung prioritas Kpr dan penentuan Kpr yang tepat untuk masalah perencanaan. Selama beberapa Kpr dalam kenyataannya berkorelasi kuat dengan yang lain (contoh, jika tingkat satu Kpr diubah, tingkat Kpr yang lain berubah secara kolateral), suatu keharusan untuk menyalurkan satu mekanisme untuk mengakomodasi ketergantungan Kpr dalam penghitungan peringkat kepentingan Kpr, dan menerapkan korelasi antar Kpr ke dalam proses pengambilan keputusan dalam penentuan Kpr yang tepat sehubungan dengan keterbatasan organisasi, seperti biaya dan waktu. Contoh, bila dua Kpr dengan satu korelasi yang tinggi dipilih pada waktu yang sama, adalah mungkin merupakan penghematan biaya bila diterapkan dalam satu produk.

Jadi, dalam tulisan ini, Park et al, 1996 mengemukakan :

Satu model pengambilan keputusan baru yang terpadu dalam pemilihan satu himpunan Kpr yang optimal, yang menerapkan semua isu-isu diatas kedalam proses-proses prioritisasi konvesional dalam QFD





Analisa Titik Impas




Analisa titik impas adalah sebuah cara yang digunakan untuk menentukan kapan sebuah bisnis akan  mulai dapat menutup semua pengeluarannya dan mulai menghasilkan profit.

Untuk usaha yang baru mulai adalah sangat penting untuk mengetahui biaya awal Anda, ini menyediakan Anda informasi tentang berapa banyak yang perlu Anda hasilkan dari pendapatan penjualan untuk membayar biaya-biaya selanjutnya, yang terkait dalam proses menjalankan bisnis Anda.

Seorang pemilik usaha yang baru mulai harus memahami bahwa $ 5.000 dari penjualan produk tidak akan menutupi $ 5.000 biaya overhead bulanan. Biaya penjualan $ 5.000 dalam retail goods dengan mudah bisa menjadi $ 3,000 dalam harga wholesale, sehingga $ 5000 dalam pendapatan penjualan hanya memberikan $ 2.000 dalam gross profit yang tersedia untuk biaya overhead. Titik impas tercapai jika pendapatan sama dengan semua biaya bisnis.

Untuk menghitung titik impas Anda, Anda perlu mengidentifikasi biaya tetap dan biaya variabel Anda. Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah seiring volume penjualan, seperti contohnya biaya sewa dan gaji. Biaya-biaya tersebut harus dibayar terlepas ada  penjualan atau tidak, dan sering disebut juga sebagai biaya overhead. Biaya variabel berubah-ubah, terkait langsung dengan volume penjualan, seperti biaya pembelian stok, pengiriman, atau biaya produksi produk.

Apakah bisnis Anda Akan Membuat Uang?

Sebelum Anda mempersiapkan rencana bisnis, Anda harus mencari tahu apakah bisnis Anda akan mencapai titik impas. Bagaimana Anda bisa tahu apakah ide bisnis Anda akan menguntungkan? Jawaban yang jujur adalah, Anda tidak bisa. Tetapi ketidakpastian ini seharusnya tidak membuat Anda berhenti dari meneliti kematangan finansial dari  ide Anda. Dengan mempersiapkan sesuatu yang dikenal sebagai “analisa titik impas,” serta beberapa proyeksi keuangan lainnya, dapat membantu Anda menentukan apakah bisnis Anda akan berhasil.

Apa yang dikatakan Analisa Titik Impas Kepada Anda

Breakeven analysis menunjukkan jumlah pemasukan yang  harus Anda hasilkan untuk menutupi pengeluaran Anda sebelum Anda membuat keuntungan sepeser pun. Jika Anda dapat mencapai dan melampaui titik impas Anda, jika Anda dapat menghasilkan lebih dari jumlah pendapatan penjualan yang Anda butuhkan untuk membayar pengeluaran Anda – maka bisnis Anda memiliki peluang yang baik untuk menghasilkan uang.

Banyak pengusaha berpengalaman menggunakan analisa titik impas sebagai alat skrining utama untuk usaha bisnis baru mereka. Mereka bahkan tidak akan menulis business plan yang lengkap, kecuali jika perkiraan titik impas mereka menunjukkan impas, meramalkan bahwa pendapatan penjualan mereka diproyeksikan jauh melebihi biaya mereka melakukan bisnis.

Bagaimana Menyiapkan Analisa Titik Impas

Untuk melakukan analisa titik impas, Anda harus membuat terkaan tentang pengeluaran dan pendapatan. Meskipun Anda tidak memiliki bola kristal, Anda harus melakukan riset serius – termasuk analisa pasar Anda – untuk menentukan proyeksi volume penjualan dan beban yang harus Anda antisipasi. Taruhan terbaik Anda adalah dengan berinventasi dalam belajar membuat business plan Anda sendiri, untuk belajar bagaimana membuat estimasi pendapatan dan biaya yang wajar.

Anda harus membuat perkiraan sebagai berikut dan perhitungan ketika Anda mempersiapkan analisa titik impas Anda:

Biaya tetap. (kadang-kadang disebut “overhead“) tidak bervariasi banyak dari bulan ke bulan. Mereka mencakup sewa, asuransi dan sekumpluan biaya lain. Juga merupakan ide yang baik untuk menambah biaya ekstra, sekitar 10%, dalam analisa titik impas untuk menutup biaya lain-lain untuk menutup biaya tak terduga.

Pendapatan penjualan. Ini adalah total rupiah dari aktivitas penjualan yang Anda bawa ke dalam bisnis Anda setiap bulan atau setiap tahun. Untuk melakukan analisa titik impas yang valid, Anda harus mendasarkan perkiraan Anda pada volume bisnis Anda benar-benar Anda perkirakan – tidak pada berapa banyak yang Anda butuhkan untuk menghasilkan keuntungan yang baik.

Rata-rata gross profit dari setiap penjualan. Rata-rata gross profit adalah uang yang tersisa dari setiap dolar penjualan setelah membayar direct cost dari penjualan. (Direct Cost adalah apa yang Anda bayar untuk menyediakan produk atau layanan Anda.) Sebagai contoh, jika Antoinette membayar rata-rata $ 100 untuk barang-barang yang diperlukan untuk membuat gaun, yang dijual dengan  rata-rata $ 300, rata-rata grpss profitnya adalah $ 200.

Rata-rata persentase gross profit. Persentase ini memberitahukan Anda berapa besar gross profit Anda dari setiap penjualan.  Untuk menghitung rata-rata persentase gross profit, bagi angka rata-rata gross profit oleh rata-rata harga jual. Sebagai contoh, jika Antoinette membuat rata-rata gross profit $ 200 dari gaun yang dia jual untuk rata-rata $ 300, persentase gross profitnya adalah 66,7% ($ 200 dibagi dengan $ 300).

Menghitung Breakeven Point Anda

Setelah Anda hitung angka di atas, mudah untuk mengetahui titik impas Anda. Cukup bagi estimasi biaya tetap tahunan Anda dengan persentase gross profit Anda untuk menentukan jumlah pendapatan penjualan yang Anda perlukan untuk mencapai titik impas. Sebagai contoh, jika biaya tetap Antoinette adalah $ 6.000 per bulan, dan margin keuntungan yang diharapkan nya adalah 66,7%,  titik impas dia adalah $ 9.000 dalam pendapatan penjualan per bulan ($ 6,000 dibagi dengan 0,667). Dengan kata lain, Antoinette harus membuat $ 9.000 setiap bulan hanya untuk membayar biaya tetap dan direct (produk) costnya. (Angka ini tidak mencakup profit, atau bahkan gaji untuk Antoinette.)

Jangan Meremehkan Breakeven Analysis

Meskipun membuat perkiraan titik impas mungkin terdengar rumit, Anda berutang kepada diri sendiri untuk mempersiapkannya sebagai salah satu langkah pertama dalam proses perencanaan bisnis. Seperti yang Anda lihat, perkiraan titik impas Anda yang disiapkan secara realistis dapat menceritakan aapakah ide Anda adalah pemenang, pecundang atau seperti kebanyakan ide-ide lain, perlu sedikit modifikasi untuk bekerja.

Jika Anda Tidak Bisa Titik Impas

Jika titik impas Anda lebih tinggi daripada pendapatan yang diperkirakan, Anda akan perlu memutuskan apakah ada aspek tertentu dari perencanaan yang dapat diubah untuk menciptakan titik impas yang dapat dicapai. Sebagai contoh, Anda dapat :

Mencari sumber-sumber suply yang lebih murah

Melakukan sendiri tanpa pegawai

Hemat  biaya sewa dengan bekerja dari rumah, atau

menjual produk atau jasa dengan harga yang lebih tinggi

Jika omzet penjualan titik impas masih seperti angka yang tidak bisa dicapai, mungkin Anda perlu membuang ide bisnis Anda. Jika itu adalah kasusnya, bersyukurlah pada fakta bahwa Anda tahu sebelum Anda investasikan uang Anda (atau orang lain) ke ide tersebut.

Analisa keuangan yang selanjutnya.

Jika perkiraan titik impas menunjukkan bahwa Anda akan menghasilkan lebih banyak omzet dari yang Anda butuhkan untuk mencapai titik impas, Anda dapat menganggap diri beruntung. Tapi Anda masih perlu mencari tahu berapa banyak keuntungan yang akan dihasilkan oleh bisnis Anda, dan apakah Anda akan memiliki cukup uang tunai untuk membayar tagihan-tagihan Anda ketika mereka jatuh tempo. Singkatnya, sebuah perkiraan titik impas adalah alat skrining yang hebat, tetapi Anda membutuhkan analisis yang lebih lengkap sebelum Anda mulai menginvestasikan uang nyata dalam usaha Anda.

Berikut ini adalah proyeksi keuangan tambahan yang juga harus menjadi bagian dari rencana bisnis Anda, untuk melengkapi gambaran keuangan bisnis Anda. :

Sebuah perkiraan rugi-laba. Ini adalah proyeksi bulan-demi-bulan dari net profit bisnis Anda.

Sebuah proyeksi arus kas. Ini menunjukkan berapa banyak uang tunai yang sebenarnya Anda aakan memiliki, dari bulan ke bulan, untuk memenuhi pengeluaran Anda.

Jumat, 06 April 2012

NILAI WAKTU UANG

Nilai waktu uang

Konsep ini adalah konsep yang memperhatikan waktu dalam menghitung nilai uang. Artinya uang yang dimiliki seseorang pada hari ini tidak akan sama nilainya dengan satu tahun yang akan datang. Konsep Time of Value ini sangat berkaitan dengan CAPITAL BUDGETING.

1. Nilai yang akan datang

Future value (terminal value) adalah nilai uang yang akan datang dari satu jumlah uang atau suatu seri pembayaran pada waktu sekarang, yg dievaluasi dengan suatu tingkat bunga tertentu.

• FV = P0+ SI= P0+ P0(i)(n)

2. Nilai Sekarang (Present Value)

Nilai sekarang dari jumlah yang diperoleh di masa mendatang atau sering pula disebut dengan present value adalah nilai sejumlah uang yang saat ini dapat dibungakan untuk memperoleh jumlah yang lebih besar di masa mendatang. Misalkan P adalah nilai sekarang dari uang sebanyak A pada t tahun yang akan datang. Bila kemudian diumpamakan tingkat bunga adalah r, maka bunga yang dapat diperoleh dari P rupiah adalah :

I = P.r.t

dan uang setelah t tahun menjadi :

P + P.r.t = P(1+rt)

Karena A adalah nilai uang sebanyak P pada t tahun mendaang, maka

P(1+rt) = A

atau

P = A/I + rt

Contoh :

Setahun lagi rudi akan menerima uang sebanyak Rp. 10.000,-. Berapakah nilai sekarang uang tersebut jika tingkat bunga adalah 13 % setahun?

Dalam masalh ini, A = 10.000,-. r = 0,13 dan t = 1

P = 10.000/ 1 + (0,13)(1)

= 8849,56

Menghitung nilai pada waktu sekarang jumlah uang yang baru akan dimiliki beberapa waktu kemudian

PV = FV / (1+i)n

Istilah yang digunakan :

Pv = Present Value (Nilai Sekarang)

Fv = Future Value (Nilai yang akan datang)

I = Bunga (i = interest / suku bunga)

n = tahun ke-

An = Anuity

SI = Simple interest dalam rupiah

P0 = pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu

3. Anuitas

Anuitas adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala pada jangka waktu tertentu. Selain itu anuitas juga diartikan sebagai kontrak di mana perusahaan asuransi memberikan pembayaran secara berkala sebagai imbalan premi yang telah Anda bayar. Contohnya adalah bunga yang diterima dari obligasi atau dividen tunai dari suatu saham preferen.

Ada dua jenis anuitas:

1) Anuitas biasa (ordinary) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya terjadi pada akhir periode

2) Anuitas jatuh tempo (due) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya dilakukan di awal periode.

3) Nilai Sekarang Anuitas (Present Value Annuity)

Nilai Sekarang Anuitas adalah nilai hari ini dari pembayaran sejumlah dana tertentu yang dilakukan secara teratur selama waktu yang telah ditentukan. Dengan kata lain, jumlah yang harus anda tabung dengan tingkat bunga tertentu untuk mandapatkan sejumlah dana tertentu secara teratur dalam jangka waktu tertentu.

4) Anuitas Abadi

Anuitas abadi adalah serangkaian pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan akanberlangsung terus menerus.

PV (Anuitas Abadi) = Pembayaran = PMT

Tingkat suku bunga i

Obligasi terusan adalah sebuah obligasi terbitan pemerintah inggris untuk mengkonsolidasikan utang-utang masa lalu, dengan kata lain consol adalah obligasi terusan.

5) Pinjaman yang Diamortisasi

Salah satu penerapan penting dari bunga majemuk adalah pinjaman yang dibayarkan secara – dicicil selama waktu tertentu. Termasuk di dalamnya adalah kredit mobil, kredit kepemilikan rumah, kredit pendidikan, dan pinjaman-pinjaman bisnis lainnya selain pinjaman jangka waktu sangat pendek dan obligasi jangka panjang. Jika suatu pinjaman akan dibayarkan dalam periode yang sama panjangnya (bulanan, kuartalan, atau tahunan), maka pinjaman ini disebut juga sebagai pinjaman yang diamortisasi (amortized loan).

Metode Nilai Sekarang. Kini bersih (Net Present Value = NPV)

Metode ini memperhatikan nilai waktu terhadap uang menggunakan suku bunga diskonto yang akan memperbaruhi atau arus dari uangnya. Dengan metode ini maka proyeksi nilai waktu dari uang akan diukur dengan fkator pembanding nilai bunga diskonto yang berlaku sehingga mempengruhi total keuntungan . Net Present Value dapat dihitung dari selisih nilai proyek pada awal tahun dengan total keuntungan dari tiap tahun yang dinilai-uangkan ke tahun awal dengan tingkat bunga diskonto tertentu. Pada dasarnya metode merupakan suatu gambaran jumlah keutnungan usaha sepanjang waktu tertentu yang diproyeksikan pada kondisi saat ini.

ntuk lebih jelas ada baiknya dilihat dengan contoh perhitungan dibawah ini.

Suatu proyek dengan dengan investasi sebesar Rp. 7,000 juta dan tingkat bunga yang relevan sebesar 18%. Proyek ini diharapkan akan menghasilkan nilai sebesar Rp. 9,000 juta. Maka berapakah besarnya net present value yang akan dihasilkan?

PVpenerimaan = 9.000 / ( 1 + 0.18 )1 = Rp. 7,627 juta

PVinvestasi = 7.000 / ( 1 + 0.18 )0 = Rp. 7,000 juta

Maka Net Present Value yang dihasilkan adalah

NPV = PVinvestasi + PVpenerimaan

NPV = – 7,000 + 7,627 = Rp. 627 juta

Sehingga didapatlah rumus sebagai berikut:

NPV = Ao + (A1 / (1 + r))

dimana, Ao = nilai awal investasi; A1 = nilai penerimaan dari investasi; r = tingkat suku bunga yang relevan.

Berkaitan dengan investasi (modal) yang akan ditanamkan, maka diperlukan pedoman untuk dapat dengan bijak menilai investasi tersebut. Dan pedoman tersebut yang dapat dipakai sebagai panduan adalah:

§ Terima investasi yang diharapkan bilamana memberikan NPV positif.

§ Terima investasi yang memberikan IRR yang lebih besar daripada tingkat keuntungan yang diisyaratkan.

Tentu saja penyajian konsep ini berlaku bilamana kondisi pasar uang dan pasar modal yang sempurna dengan catatan:

§ Tingkat suku bunga yang ada adalah stabil dan sama, tidak berfluktuatif.

§ Tidak adanya pihak yang dominan untuk mempengaruhi pasar.

§ Kondisi diluar transaksi keuangan yang ada adalah stabil.

Net Present Value atau biasa disingkat dengan NPV adalah merupakan kombinasi pengertian present value penerimaan dengan present value pengeluaran.

Untuk lebih jelas ada baiknya dilihat dengan contoh perhitungan dibawah ini.

Suatu proyek dengan dengan investasi sebesar Rp. 7,000 juta dan tingkat bunga yang relevan sebesar 18%. Proyek ini diharapkan akan menghasilkan nilai sebesar Rp. 9,000 juta. Maka berapakah besarnya net present value yang akan dihasilkan?

Berkaitan dengan investasi (modal) yang akan ditanamkan, maka diperlukan pedoman untuk dapat dengan bijak menilai investasi tersebut. Dan pedoman tersebut yang dapat dipakai sebagai panduan adalah:

§ Terima investasi yang diharapkan bilamana memberikan NPV positif.

§ Terima investasi yang memberikan IRR yang lebih besar daripada tingkat keuntungan yang diisyaratkan.

Tentu saja penyajian konsep ini berlaku bilamana kondisi pasar uang dan pasar modal yang sempurna dengan catatan:

§ Tingkat suku bunga yang ada adalah stabil dan sama, tidak berfluktuatif.

§ Tidak adanya pihak yang dominan untuk mempengaruhi pasar.

§ Kondisi diluar transaksi keuangan yang ada adalah stabil.

Future Value (FV) digunakan untuk menghitung nilai investasi yang akan datang berdasarkan tingkat suku bunga dan angsuran yang tetap selama periode tertentu. Untuk menghitung FV bisa menggunakan fungsi fv() yang ada dimicrosoft excel. Ada lima parameter yang ada dalam fungsi fv(), yaitu :

· Rate, tingkat suku bunga pada periode tertentu bisa per bulan ataupun per tahun.

· Nper, jumlah angsuran yang dilakukan

· Pmt, besar angsuran yang dibayarkan.

· Pv, nilai saat ini yang akan dihitung nilai akan datangnya.

· Type, jika bernilai 1 pembayaran dilakukan diawal periode, jika bernilai 0 pembayaran dilakukan diakhir periode.

Contoh 1:

Biaya masuk perguruan tinggi saat ini adalah Rp50.000.000, berapa biaya masuk perguruan tinggi 20 tahun yang akan datang, dengan asumsi pemerintah mampu mempertahankan inflasi satu digit, misal 8% per tahun, dengan menggunakan fungsi fv(), masukkan nilai untuk parameter-parameter yang ada sebagai berikut :

· Rate = 8%

· Nper = 20

· Pmt = 0, tidak ada angsuran yang dikeluarkan tiap tahunnya

· Pv = -50000000, minus sebagai tanda cashflow bahwa kita mengeluarkan uang

· Type = 0

Dari masukan diatas maka akan didapat nilai 233,047,857.19

Contoh 2:

Setiap bulan kita menabung dibank sebesar 250.000, saldo awal tabungan kita adalah 10.000.000, bunga bank pertahun 6%, dengan asumsi tidak ada potongan bunga dan biaya administrasi, berapa uang yang akan kita dapat 20 tahun yang akan datang?, dengan menggunakan fungsi fv(), masukkan nilai untuk parameter-parameter yang ada sebagai berikut :

· Rate = 6%/12, dibagi 12 karena angsuran 250.000 dilakukan perbulan

· Nper = 20×12 = 240, dikali 12 karena angsuran dilakukan per bulan

· Pmt = -250000, nilai yang ditabungkan setiap bulan, minus sebagai tanda cashflow kita mengeluarkan uang

· Pv = -50000000, minus sebagai tanda cashflow bahwa kita mengeluarkan uang

· Type = 0

Dari masukan diatas maka akan didapat nilai 148,612,268.55

Yang perlu diperhatikan dalam penggunakan fungsi fv() adalah satuan untuk parameter rate, nper dan pmt haruslah sama, jika satuannya bulan maka harus bulan semua, jika ada yang bersatuan tahun maka harus dikonversi ke satuan bulan.

Present Value digunakan untuk untuk mengetahui nilai investasi sekarang dari suatu nilai dimasa datang. Untuk menghitung PV bisa menggunakan fungsi pv() yang ada dimicrosoft excel. Ada lima parameter yang ada dalam fungsi pv(), yaitu :

· Rate, tingkat suku bunga pada periode tertentu bisa per bulan ataupun per tahun.

· Nper, jumlah angsuran yang dilakukan.

· Pmt, besar angsuran yang dibayarkan.

· Fv, nilai akan datang yang akan dihitung nilai sekarangnya.

· Type, jika bernilai 1 pembayaran dilakukan diawal periode, jika bernilai 0 pembayaran dilakukan diakhir periode.

Contoh :

Saat pensiun 25 tahun lagi saya ingin punya uang 1.000.000.000, berapakah nilai uang 1.000.000.000 saat ini, dengan asumsi pemerintah mampu mempertahankan inflasi satu digit, misal 8% per tahun, dengan menggunakan fungsi pv() masukkan nilai untuk parameter-parameter yang ada sebagai berikut :

· Rate = 8%

· Nper = 25

· Pmt = 0, tidak ada angsuran yang dikeluarkan tiap tahunnya

· Fv = 1000000000

· Type = 0

Dari masukan diatas maka akan didapat nilai -146,017,904.91

Kenapa minus, sekali lagi itu sebagai tanda cash flow, untuk mendapatkan uang 1.000.000.000 25 tahun lagi maka saya harus mengeluarkan uang sebesar 146,017,904.91 saat ini atau dengan kata lain uang 1.000.000.000 25 tahun lagi sama nilainya dengan uang 146,017,904.91 saat ini, dengan asumsi inflasi konsisten sebesar 8% setiap tahun selama 25 tahun.

Sama halnya dengan fungsi fv(), fungsi pv() harus menggunakan satuan yang sama untuk parameter rate, nper dan pmt, jika bersatuan tahun maka harus tahun semua, jika ada yang bersatuan bulan maka harus dikonversi ke satuan tahun

Minggu, 11 Maret 2012

DEPRESIASI

Pada umum nya depresiasi di bagi 2, yaitu :

• Depresiasi fisik

• Depresiasi fungsional

Depresiasi fisik disebabkan oleh berkurangnya kemampuan fisik dari suatu alat dalam memberikan hasil, hal ini menyebabkan biaya operasi & pemeliharaan meningkat dan hasil keluaran (output) menurun. Depresiasi fisik ini merupakan fungsi dari waktu & penggunaan.

Depresiasi fungsional merupakan suatu penurunan nilai yang disebabkan oleh berkurangnya permintaan terhadap fungsi & alat tersebut.

Contoh depresiasi fisik :

Mobil bila semakin tua, harganya biasanya semakin turun karena kemampuan jelajahnya menurun.

Contoh depresiasi fungsional :

Komputer 486, nilainya menurun karena munculnya prosesor pentium yang mempunyai kemampuan lebih tinggi.

Secara sederhana depresiasi --> penurunan nilai dari suatu benda.

Book value = cost - depreciation charges made

B1 = B1- 1 - D1

Dimana BO = P ; atau

B1= P - ∑jm1 Dj

P = Harga awal dari benda tersebut

F = Perkiraan nilai sisanya

Bt = Book value pada akhir tahun ke-t

Dt = Depresiasi selama tahun t

n = Perkiraan waktu penggunannya

Rabu, 18 Januari 2012

jenis - jenis bank di indonesia

Jenis-jenis perbankan di Indonesia

1.Bank Umum

Yaitu bank yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional danatau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.Dilihat dari segi kepemilikannya:Jenis bank dilihat dari segi kepemilikannya terdiri dari :

a.Bank PemerintahBank dimana pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah,sehingga keuntungan bank ini dimiliki oleh pemerintah pula.

b.Bank Milik Swasta NasionalBank dimana sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta nasional sertaakte pendirianpun didirikan oleh swasta, pembagian keuntungannya jugauntuk swasta nasional. Bank milik swasta nasional terdiri dari:

1. Bank Milik Koperasi, bank dimana kepemilikan saham-sahamnyadimiliki oleh perusahaan yang berbadan hukum koperasi. Contohnyaadalah Bank Umum Koperasi Indonesia.

2. Bank Milik Asing, merupakan bank cabang dari bank yang ada di luarnegeri yang kepemilikannya dimiliki oleh pihak luar negeri.

3. Bank Milik Campuran, merupakan bank yang dimiliki oleh pihakasing dan pihak swasta nasional. Kepemilikan saham mayoritas dipegang oleh warga negara Indonesia.

Jenis Bank Dilihat dari segi statusnya. Bank terdiri dari :

a. Bank DevisaMerupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi keluar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secarakeseluruhan. Pernyataan untuk menjadi bank devisa ini ditentukanoleh Bank Indonesia.

b. Bank Non DevisaMerupakan bank yang belum mempunyai izin untuk melaksanakan transaksi sebagai bank devisa, sehingga tidak dapatmelaksanakan transaksi seperti halnya bank devisa.

2.Bank syariah

Dalam mencari keuntungan dan menetapkan harga berdasarkan prinsipsyariah, yaitu pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah), pembiayaan berdasar pada prinsip penyertaan modal (musyarakah), prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah),dan pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah).Sedang penentuan biaya jasa bank lainnya juga sesuai dengan Syariah Islamdan sebagai dasar hukumnya adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rosul.

3.Bank Sentral

Bank yang didirikan berdasarkan Undang - Undang No.13 Tahun 1968yang memiliki tugas untuk mengatur peredaran uang, mengatur pengerahandana- dana, mengatur perbankan , mengatur perkreditan, menjaga stabilitasmata uang, mengajukan pencetakan atau penambahan mata uang rupiahdan lain sebagainya. Bank sentral hanya ada satu sebagai pusat dari seluruh bank yang ada di Indonesia

Senin, 16 Januari 2012

fungsi BI terhadap perbankan

fungsi Bank Indonesia dalam Perbankan

Dalam menjalankan kegiatannya bank mempunyai peran penting dalam sistem keuangan, yaitu :

1. Pengalihan Aset (asset transmutation)

Yaitu pengalihan dana atau aset dari unit surplus ke unit devisit. Dimana sumber dana yang diberikan pada pihak peminjam berasal pemilik dana yaitu unit surplus yang jangka waktunya dapat diatur sesuai dengan keinginan pemilik dana. Dalam hal ini bank berperan sebagai pangalih aset yang likuid dari unit surplus (lender) kepada unit defisit (borrower).

2. Transaksi (transaction)

Bank memberikan berbagai kemudahan kepada pelaku ekonomi untuk melakukan transaksi. Dalam ekonomi modern, trnsaksi barang dan jasa tidak pernah terlepas dari transaksi keuangan. Untuk itu produk-produk yang dikeluarkan oleh bank (giro, tabungan, depsito, saham dan sebagainya)merupakan pengganti uang dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran.

3. Likuiditas (liquidity)

Unit surplus dapat menempatkan dana yang dimilikinya dalam bentuk produk-produk berupa giro, tabungan, deposito, dan sebagainya. Produk-produk tersebut masing-masing mempunyai tingkat likuiditas yang berbeda-beda. Untuk kepentingn likuiditas para pemilik dana dapat menempatkan dananya sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya. Dengan demikian bank memberikan fasilitas pengelolaan likuiditas kepada pihak yang mengalami surplus likuiditas dan menyalurkannya kepada pihak yang mengalami kekurangan likuiditas.

4. Efisiensi (efficiency)

Peranan bank sebagai broker adalah menemukan peminjam dan pengguna modal tanpa mengubah produknya. Disini bank hanya memperlancar dan mempertemukan pihak-pihak yang saling membutuhkan. Adanya informasi yang tidak simetris (asymmetric information) antara peminjam dan investor menimbulkan masalah insentif. Peran bank menjadi penting untuk memecahkan masalah insentif tersebut. Untuk itu jelas peran bank dalam hal ini yaitu menjembatani dua pihak yang saling berkepentingan untuk menyamakan informasi yang tidak sempurna, sehingga terjadi efisiensi biaya ekonomi.



Peranan Bank Indonesia dalam Perbankan

Pada Bab II Pasal 4 point 1 UU Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, dikatakan bahwa Bank Indonesia adalah Bank Sentral Republik Indonesia.
Secara umum, fungsi bank sentral dalam sistem perbankan antara lain:

i. Melaksanakan kebijakan moneter dan keuangan
ii. Memberi nasehat pada pemerintah untuk soal-soal moneter dan keuangan
iii. Melakukan pengawasan, pembinaan,dan pengaturan perbankan
iv. Sebagai banker’s bank atau lender of last resort
v. Memelihara stabilitas moneter
vi. Melancarkan pembiayaan pembangunan ekonomi
vii. Mendorong pengembangan perbankan dan sistem keuangan yang sehat.
url diambil dari : id.wikipedia.org/wiki/Bank -

Jumat, 06 Januari 2012

tugas softskill 3

tugas softskill 3
Pasar dan Pemerintahan Dalam Ekonomi Modern
Perekonomian pasar merupakan sistem perekonomian yang mengandalkan harga sebagai variabel yang menentukan keseimbangan ekonomi. Berbagai keputusan ekonomi untuk menentukan barang dan jasa apa yang akan dibuat (What), bagaimana menghasilkannya (How) dan siapa saja yang akan mengkonsumsi barang dan jasa tersebut (for Whom), ditentukan oleh mekanisme pasar dengan bimbingan tangan gaib (invisible hand).
Secara umum pasar didefinisikan sebagai suatu mekanisme di mana penjual dan pembeli dapat menentukan harga secara bersama-sama untuk melakukan pertukaran. Pasar menentukan harga tiap barang dan jasa dalam perekonomian. Pasar dapat dikategorikan ke dalam dua besar, yaitu pasar barang dan jasa serta pasar faktor. Pasar faktor merupakan tempat interaksi antara penjual faktor produksi (sektor rumah tangga) yang memiliki tanah, modal, keterampilan dan lainnya, dengan yang meminta faktor produksi yaitu pihak perusahaan.
Pasar yang terjadi dalam perekonomian merupakan akumulasi dari berbagai pasar barang dan jasa serta pasar faktor produksi. Banyaknya jenis barang/jasa tersebut akan menimbulkan diversifikasi pekerjaan. Selanjutnya, diversifikasi pekerjaan akan menghasilkan spesialisasi, yang akan mendorong timbulnya teknologi atau cara menghasilkan barang dan jasa dengan biaya yang serendah-rendahnya.
Dalam kenyataannya, tidak semua barang dan jasa bisa dihasilkan melalui mekanisme pasar dengan ‘tangan gaibnya’. Namun terjadi persaingan yang tidak sempurna, yang akhirnya menimbulkan inefisiensi, sehingga harga yang terjadi menjadi demikian mahal atau bahkan sebaliknya dimana barang dan jasa menjadi tidak berharga. Kegagalan sistem ekonomi pasar akan menghasilkan pengaruh yang dapat merugikan perekonomian itu sendiri. Di samping akan menimbulkan pemusatan faktor produksi pada satu pihak tertentu dan mengakibatkan ketimpangan dalam pendapatan.
Inefisiensi pasar ini memerlukan intervensi dari pemerintah. Pemerintah dalam aktivitasnya dalam perekonomian pasar dibatasi hanya pada beberapa kegiatan yang memang tidak bisa dilakukan oleh individu, seperti misalnya bidang keamanan dan pertahanan. Tetapi jika harus campur tangan dalam perekonomian dengan tujuan mengembalikan efisiensi, maka pemerintah melakukan regulasi atau membuat kebijakan-kebijakan yang berfungsi mengatur jalannya perekonomian agar tetap efisien. P.A. Samuelson mengatakan bahwa pemerintah mempunyai tiga fungsi perekonomian, yaitu:
1. Mengoreksi kegagalan pasar demi efisiensi.
2. Membuat program untuk melakukan pemerataan pendapatan dengan menggunakan instrumen pajak dan pengeluaran pemerintah.
3. Membuat kebijakan fiskal dan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tangguh.

Cara Menghitung Biaya Produksi
Didalam akuntansi biaya terdapat dua cara perhitungan akuntansi biaya, demi tercapainya tujuan akuntansi biaya maka cara perhitungan ini mutlak dilakukan terutama untuk pengendalian biaya dan pengambilan keputusan.
Adapun cara perhitungan biaya yang umum dilakukan adalah:
Perhitungan biaya sebelum proses produksi dilakukanDalam menghitung biaya produksi sebelum proses produksi dilakukan, biaya produksi ditetapkan berdasarkan pengeluaran yang sudah terjadi di masa lalu sebagai dasar perhitungan, kemudian diperhitungkan kemungkinan yang akan terjadi dimasa yang akan datang, misal terjadinya kenaikan harga bahan baku, kenaikan atau penurunan ongkos tenaga kerja, bahkan inflasi atau deflasi turu pula diperhitungkan serta kemungkinan-kemungkinan lainnya. Perhitungan ini berguna untuk menentukan harga pokok produksi.Sebagai contoh perhatikan ilustrasi berikut :


Pada periode yang akuntansi yang baru (1 jan 2010) perusahaan akan memproduksi barang cetak sebanyak 500.000 eksemplar, berdasarkan pengalaman tahun lalu untuk memproduksi barang cetak dengan jumlah yang sama menghabiskan biaya total sejumah 3.500.000, maka pada 1 jan 2010 untuk memproduksi barang yang sama dengan jumlah yang sama. Maka untuk menentukan biaya produksi 1 jan 2010 adalah dengan melakukan estimasi berdasarkanperiode sebelumnya dengan memperhitungan kemungkinan kenaikan dan penurunan yang akan terjadi, sehingga biaya produksi diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 4.600.000,-



Perhitungan biaya setelah proses produksi dilakukan Berdasarkan cara ini untuk menghitung biaya produksi didasarkan atas pencatatan biaya-biaya yang seungguhnya terjadi sehingga diperoleh jumlah.

Dengan menggunakan kedua cara perhitungan tersebut bisa digunakan untuk mengetahui apakah perusahaan berhasiil melakukan efisiensi atau tidak. Tingkat efisiensi bisa diukur berdasarkan biaya yang dikeluarkan (secara partial) atau berdasarkan seluruh biaya yang dikeluarkan (global), untuk jelasnya perhatikan tabel dibawah ini, dari kasus diatas asumsinya perusahaan telah selesai memproduksi barang cetak sebanyak 500.000 exemplar dengan biaya yang sesungguhnya terjadi sebagaimana tampak padatabel dibawah. Jika dilihat secara partial per jenis biaya perusahaan mengalamai inefisiensi (tidak efisien) pada kelompok biaya overhead pabrik sedangkan pada dua kelomopok biaya sebelumnya (biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja) perusahaan berhasil melakuakan efisiensi. Namun jika dilihat dari total biaya (secara global) maka perusahaan dikatakan telah melakukan efisiensi.



SUMBER
http://susilofy.wordpress.com/2011/02/18/pasar-dan-pemerintah-dalam-ekonomi-modern


http://akuntansibiaya.web.id/?p=95

Jumat, 04 November 2011

Perkembangan struktur pasar internasional

PERKEMBANGAN PASAR INTERNASIONAL

Ada beberapa perkembangan pasar inernasional yaitu :

1. Super Bank

Karena pasar spot forex adalah desentralisasi, bank terbesar di dunia yang menentukan nilai tukar. Berdasarkan penawaran dan permintaan untuk mata uang, mereka umumnya orang-orang yang membuat bid / ask spread yang kita cintai (atau benci, dalam hal ini).

Bank-bank besar, yang dikenal sebagai pasar antar bank, mengambil sejumlah transaksi forex setiap hari untuk kedua pelanggan mereka dan diri mereka sendiri. Beberapa bank-bank super meliputi UBS, Barclays Capital, Deutsche Bank, dan Citigroup. Anda bisa mengatakan bahwa pasar antar bank adalah pasar valuta asing kelas ATAS .

2. Perusahaan Besar Komersial

Perusahaan mengambil bagian dalam pasar valuta asing untuk tujuan melakukan bisnis. Sebagai contoh, Apple harus terlebih dahulu tukar dolar AS untuk yen Jepang saat membeli komponen elektronik dari Jepang untuk produk mereka. Karena volume perdagangan mereka jauh lebih kecil daripada di pasar antar bank, cara ini pelaku pasar biasanya berhubungan dengan bank komersial untuk transaksi mereka.

Merger dan akuisisi (M & A) antara perusahaan besar juga dapat membuat fluktuasi nilai tukar mata uang.

3. Pemerintah dan Bank Sentral

Pemerintah dan bank sentral, seperti European Central Bank, Bank of England, dan Federal Reserve, secara rutin terlibat dalam pasar forex juga. Sama seperti perusahaan, pemerintah nasional berpartisipasi dalam pasar forex untuk operasi mereka, pembayaran perdagangan internasional, dan penanganan cadangan devisa.

Sementara itu, bank sentral mempengaruhi pasar valas saat mereka menyesuaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Dengan melakukan ini, mereka dapat mempengaruhi penilaian mata uang. Ada juga contoh ketika bank sentral melakukan intervensi, baik secara langsung atau secara lisan, di pasar forex ketika mereka ingin menyetel kembali nilai tukar. Kadang-kadang, bank sentral berpikir bahwa mata uang mereka harga terlalu tinggi atau terlalu rendah, sehingga mereka mulai operasi menjual / membeli untuk mengubah nilai tukar.

4. Para spekulator

Terdiri dari hampir 90% dari seluruh volume perdagangan, spekulan datang dalam segala bentuk dan ukuran. Beberapa memiliki kantong tebal, beberapa kantong tipis, tapi semuanya terlibat dalam forex dengan tujuan utamanya untuk menghasilkan uang.